Langsung ke konten utama

Moment, Time, End



Matteo Darrel Erlio, laki laki  tampan yang baru berusia 17 tahun, berbadan tinggi dan tegap. Darrel adalah panggilan dari orang terdekatnya. 

Alana Sheena Lyson, gadis manis berkulit putih. Sifatnya yang humble membuat orang lain mudah menyukainya. Darrel dan Alana merupakan sahabat sejak kecil. Tempat tinggal  yang bersebelahan, membuat mereka selalu bersama dalam menghabiskan waktu. 

Namun seiring berjalannya waktu, ada suatu rasa yang menyelinap di hati Alana. Rasa yang selalu membuat jantungnya berdebar kala bersama Darrel.





  ***            

Mentari pagi telah bersinar dengan terangnya. Hujan tadi malam membuat pagi begitu segar. Cuaca hari ini sangatlah cerah. Terlihat awan putih yang menggantung indah di atas langit. Burung - burung pun tak ketinggalan meramaikan pagi yang cerah ini. 

Alana bangun dan membuka jendela kamarnya ia menghirup dalam - dalam udara luar yang begitu menyejukkan. Melihat jam dinding yang sudah menunjukan pukul 06.00 Alana pun bersiap untuk mandi karena ia harus berangkat ke sekolah. 

Usai Alana bersiap suara motor pun terdengar di telinganya. Alana yakin itu pasti Darrel. Sahabatnya itu selalu menjemputnya untuk pergi ke sekolah bersama. 

Alana segera menuruni tangga setelah bersiap untuk pergi ke sekolah. Alana melewati ruang tamu, menuju ke halaman depan untuk menemui Darrel  

" Alana" Panggil sang Papa, Alarick yang sedang duduk di ruang tamu

" Loh Papa kapan pulang?" Tanya Alana sembari menghampiri sang Papa

"Papa pulang tadi malam, dan kamu udah tidur" Jawab Alarick

"Itu barusan Darrel udah datang jemputin kamu, samperin gih, kasian dia kelamaan nunggu" Sahut sang mama Vania

"Yaudah pah, kalau gitu Alana pergi dulu ya. Nanti kita lanjut ngobrolnya. Alana pergi dulu mah" Ucap Alana sembari menyalami tangan sang Papa dan mamanya
 
Alana berjalan menuju gerbang rumahnya dan menghampiri Darrel yang sudah menunggunya

"Pagi Rel" Sapa Aluna

"Pagi tuan putri" Balas Darrel sambil menunjukkan senyum manisnya
 
"Dih, tumben senyum - senyum gitu" Ucap Aluna sembari menaiki motor Darrel

"Ck, biasanya juga gue senyum kalau sama lo" Balas Darrel kesal

"Iya deh terserah lo, ayok Rel ntar kita telat ni" 

"Iya tuan putri, jangan lupa pegangan" Jawab Darrel sembari menggas motornya 

Selama perjalanan mereka terus berbincang bersama dengan Alana yang memeluk Darrel dari belakan. 

Sesampainya di depan gerbang sekolah Darrel dan Alana melihat gerbang yang sudah ditutup oleh satpam. Yang artinya mereka telat datang ke sekolah. 

"Yah, kita telat Rel. Gimana dong ini?" Panik Alana 

"Lo tenang Al. Gue punya ide. Tapi kita titip motor dulu Al di warung depan sekolah " Balas Darrel

"Yaudah ayo, cepetan" Balas Alana

Darrel mengajak Alana menuju ke belakang sekolah. 

"Kita manjat" Ucap Darrel tiba tiba

"Apaa?!! Serius ini kita manjat? "Tanya Alana sembari menatap tembok belakang sekolah yang akan mereka panjat

" Iya Al, udah cepetan gue bantu" Balas Darrel

"Ini gimana naiknya? Tanya Alana menatap Darrel

" Injak tangan gue" Ucap Darrel sembari menahan kaki Alana untuk naik ke atas tembok belakang sekolah

Setelah sampai di atas, Alana pun melompat turun melewati tembok belakang sekolah, disusul dengan Darrel yang sudah berada disampingnya. 

"Udah ayo Al, kita ke kelas" Ajak Darrel sambil menggenggam tangan Alana menuju kelas mereka

"Kalian terlambat ya?!! " Ucap Pak Tyson mengagetkan Darrel dan Aluna

"Eh pak Tyson" Cengir Darrel sembari menggaruk tengkuk nya

"Kalian ikut saya, saya akan kasih hukuman buat kalian berdua!" Perintah pak Tyson

Alana dan Darrel mengikuti langkah pak Tyson yang berjalan menuju ke perpustakaan 

"Kalian bersihin seluruh perpustakaan ini. Kalau sudah selesai baru kalian boleh kembali ke kelas!" Ucap pak Tyson lalu berjalan pergi meninggalkan Aluna dan Darrel di perpustakaan

"Lo duduk aja biar gue yang beresin" Ucap Darrel sembari memegang kemoceng

"Ga bisa gitu lah, kan kita telatnya berdua. Ya hukumannya jga harus berdua dong Rel" Balas Aluna

" Yaudah terserah lo deh" Ucap Darrel 


***

~Jam istirahat~

Alana dan Darrel memasuki kelas dengan wajah lelah nya 

"Dari mana lo berdua?" Tanya Marrisa pada Alana dan Darrel yang baru akan duduk di bangku

"Habis dihukum pak Tyson bersihin perpus, kita berdua telat" Jawab Alana sembari duduk di bangku begitu juga dengan Darrel yang duduk semeja dnagannya

" Yaudah deh, kita mau ke kantin nih, mau sama sama gak Al?" Tanya Josepin, sebangku Marrisa

"Engga deh, gue capek" Balas Alana

"Lo Rel? Ga mau nitip? " Tanya Marrisa

"Engga, gue juga mau ke kantin nanti" Balas Darrel

" Oh oke deh, kita duluan ya" Ucap Marrisa dan Josepin sembari melangkahkan kaki keluar kelas

"Gue laper nih mau ke kantin, mau nitip ga Al?" Tanya Darrel sembari menatap Alana

"Engga deh Rel, ga selera gue" Jawab Alana 

"Gue beliin roti sama susu, okee!" Balas Darrel 

" Terserah lo" Kata Alana


***

~Di kantin~

Di jam istirahat, kantin di padati oleh para siswa siswi yang ingin mengisi perut mereka yang kosong. Terlihat di pojok kantin teman - teman sekelas Darrel sedang makan sembari berbincang - bincang. Mereka terlihat menyapa Darrel dan Darrel hanya membalasnya dengan mengangkat tangannya sembari tersenyum

"Eh sorry sorry" Ucap Darrel meminta maaf pada adik kelas yang tak sengaja ia senggol jus nya

"Gapapa kok kak"  Jawab gadis itu Sembari membersihkan seragamnya yang terkena tumpahan jus tadi

"Tapi baju lo kotor" Ucap Darrel 

Darrel menatapi gadis itu yang sedang membersihkan bajunya menggunakan tisu yang gadis itu pegang

"Gapapa kak, nanti aku ganti pake baju olahraga aja, kebetulan habis ini aku ada jam olahraga kok" Balas gadis itu

"Nama lo siapa, kelas berapa?" Tanya Darrel sembari mengamati wajah cantik adik kelasnya itu

"Airin kak, kelas sepuluh Mipa 3, yaudah kak aku duluan ya" Ucap Airin sembari meninggalkan Darrel

"Iya, sekali lagi sorry ya" Ucap Darrel sembari tersenyum melihat langkah Airin yang semakin jauh

Darrel pun berjalan menuju kelasnya untuk membawakan roti dan susu yang ia beli untuk Alana 

"Nih, dimakan rotinya sama susunya diminum Al" Ucap Darrel memberikan roti dan susu yang ia beli untuknya dan Alana

" Makasih Rel" Jawab Aluna tersenyum sembari mengambil susu dan roti dari Darrel

"Al, gue mau cerita" Ucap Darrel sambil duduk disamping Alana sembari menatap Alana serius

"Cerita aja" Jawab Alana sambil memakan roti yang diberikan Darrel

"Gue tadi ketemu adik kelas, ga sengaja kesenggol jus dia sih. Gue kebayang bayang wajah dia terus Al" Ucap Darrel menatap Alana yang sedang meminum susunya

Alana diam sejenak sambil berfikir tumben sekali Darrel membahas soal perempuan kepadanya. Biasanya Darrel paling males kalau sudah bahas soal perempuan begitu

"Lo suka sama tu cewek?" Tanya Al dengan tatapan menyelidik

" Ya gue ga tau, gue aja baru pertama kali liat dia. Tapi dia menarik sih" Balas Darrel

"Yaudah deketin dong kalau lo tertarik sama dia" Ucap Alana memberi saran

"Boleh juga tuh, makasih buat sarannya my best friend" Jawab Darrel sembari memeluk Alana

" Ih Darrel apaan sih meluk - meluk segala" Kesal Alana

" Sorry sorry, hehe" Cengir Darrel

"Btw siapa nama nya tu cewek? " 

"Airin" Jawab Darrel 

"Nanti pulang bareng Oke Al!" Ucap Darrel lagi mengingatkan Alana

"Hm" Balas Alana



****



Pagi ini kelas 12 IPA 3 akan ada pelajaran olahraga. Maka dari itu mereka berada dilapangan untuk praktek olahraga

"Anak-anak kita akan gabung dengan adik kelas kalian 10 IPA 3, karena kebetulan pak Roland yang mengajar olahraga mereka sedang ada keperluan" Ucap pak Geon memberitahu 

"Pssstt... Al, itu cewek yang gue bilang yang baris di ujung sebelah kanan barisan cewek" Bisik Darrel pada Alana yang berbaris di sebelahnya sembari melirik ke arah Airin yang berbaris berhadapan dengan kelasnya 

"Oh, cantikan gue ternyata" Balas Alana sembari berbisik ke Darrel

"Ck, iya cantikan lo" Ucap Darrel sambil memutar bola matanya 

Pak Geon mulai menjelaskan sedikit tentang materi pelajaran olahraga yang akan dipraktikkan nanti oleh kedua kelas yang diajarnya. Pak Geon menjelaskan materi bola basket yang akan dipraktikkan nanti oleh siswa siswa 10 dan 12 IPA 3

Siswa siswi mulai mempraktikkan permainan bola basket sesuai dengan anggota kelas masing masing. Mulai dari dribbling, chest pass, over head pass, bounce pass, shooting, dan lay up. 

Disaat yang lain sedang mempraktikkan permainan basket disaat Darrel melempar bola dan dengan tidak sengaja mengenai siswi 10 IPA 3 yang kebetulan berdiri di arah depannya. 

"Awwhh!" Pekik seorang siswi yang jatuh terkena lemparan bola 

Teman teman yang berada didekatnya pun langsung membantunya berdiri

Pak Geon yang kebetulan sedang berdiri di dekat jatuhnya siswi tersebut langsung menghampirinya

"Airin, kamu gak papa? " Tanya pak Geon

"Ah iya Pak, cuma sakit sedikit aja kok pak" Jawab Alana sambil memegang lengannya yang terkena bola

"Airin!" Ujar Darrel saat melihat siswi yang terkena lemparan bolanya tadi

"Sorry ya Airin, gue bikin celaka terus" Ucap Darrel

"Gapapa kak, ga parah kok" Balas Airin tersenyum"

"Ya sudah yang lainnya lanjut bermain saja" Ucap pak Geon pada muridnya

Pelajaran olahraga pun berakhir setelah dilakukan nya pendinginan. Para siswa pun berganti baju, ada pula yang langsung pergi ke kantin untuk mengisi perut. 

Setelah olahraga tadi Aluna langsung kembali ke kelas, dia tidak tau kemana perginya Darrel. Yang ia lihat tadi Darren langsung menggandeng tangan Airin pergi entah kemana di waktunjam olahraga usai. 

"Ris, lo liat Darrel gak?" Tanya Aluna pada Marrisa yang baru saja duduk dibangkunya

"Darrel? Tadi gue liat dia di taman belakang sih sama cewek yang kena bola itu" Jawab Marrisa 

Tanpa membalas perkataan Marrisa, Aluna langsung berdiri dan berjalan menuju taman belakang

Setibanya di taman belakang Aluna melihat Darrel sahabatnya, dan Airin yang sedang duduk di bangku taman. Aluna juga mendengar kata kata Darrel yang membuat hatinya merasakan perasaan yang aneh

"Ai, sorry ya buat yang tadi. Gue bener bener ga sengaja, sama kejadian jus kemaren gue juga minta maaf" Ucap Darrel menatap Airin

Airin menjawab dengan tersenyum "yaampun kak, kakak udah minta maaf berkali - kali loh. Aku udah maafin kakak kok" 

"Hahaha, iya iya habisnya gue ngerasa bersalah banget sama lo" Jawab Darrel  sembari tertawa kecil

Darrel menatap Airin dengan serius 
"Airin" Panggil Darrel

Airin hanya menatap mata Darrel menunggu apa yang akan dikatakan Darrel

"Gue tau kita ketemu baru dua kali, itupun dalam insiden mulu, tapi kalau gue bilang gue suka sama lo, lo percaya?" Tanya Darrel menatap Airin yang menunduk

".... " Airin hanya diam tidak menjawab

"Gapapa kalau lo ga mau jawab" 

"Mmm, sebenarnya aku juga udah lama suka sama kakak. Sejak awal masuk sekolah" Ucap Airin malu - malu

"Beneran Ai?" Tanya Darrel

Airin mengangguk sembari mengalihkan tatapannya

"Kalau gitu lo mau kita jalanin bareng - bareng? Tanya Darrel memegang tangan Airin

" Iya kak, mau" Jawab Airin sembari tersenyum manis

Aluna yang menyaksikan Darrel yang sedang menyatakan perasaannya kepada adik kelasnya itu pun langsung pergi berlari menuju kelasnya. Hatinya merasa aneh sekali dengan yang barusan ia saksikan


Bel sekolah pun berbunyi menandakan usainya pelajaran terakhir 

Sampai bel pulang sekolah pun Darrel belum juga masuk ke kelas, Aluna tidak sibuk mencari kemana perginya Darrel. Ia yakin Darrel pasti sedang bersama dengan Airin. 

Kondisi kelas yang sudah mulai sepi tidak membuat Aluna meninggalkan kelas untuk segara pulang. Sudah 10 menit sejak bel pulang berbunyi Aluna masih berada di dalam kelas untuk menunggu Darrel. Tetapi yang di tunggu - tunggu tidak menunjukkan rupanya. 

Karena sudah terlalu lama menunggu, Alana pun melangkahkan kakinya keluar kelas untuk segera pulang saja. 

Tetapi saat tiba di pintu kelas ia bertemu Darrel yang sedang berjalan berdampingan dengan Airin menuju ke arahnya. 

"Lo dari mana sih Rel, gue nungguin lo dari tadi" Ucap Aluna dengan wajah kesalnya

" Sorry Al, tadi gue habis cerita - cerita sama Airin di rooftop" Jawab Darrel dengan rasa bersalahnya karena sudah membuat Aluna menunggunya

"Tapi kayaknya lo ga bisa pulang bareng gue deh Al, soalnya gue mau anterin Aira ke toko buku" Kata Darrel lagi dengan wajah merasa tidak enak

Airin yang dari tadi berdiri di samping Darre hanya mendengarkan pembicaraan Darrel dan sahabatnya itu

"Oh ya udah, gue bisa pulang sendiri kok" Jawab Aluna sembari tersenyum tipis

"Sorry ya Al" Kata Darrel

"Iyaa santai aja" Ucap Aluna

"lanjutin aja pdkt lo" Tambah Aluna lagi sembari tersenyum mengacungkan jempolnya

Aluna berjalan menyusuri koridor dengan wajah kecewanya. Darrel lebih memilih mengantarkan Airin ke toko buku dari pada memgantarnya pulang. Tapi bukan kah ia sendiri yang menyarankan Darrel untuk mendekati Airin. Sekarang kenapa ia malah merasa kecewa karena Darrel bersama Airin. 


***


Sore ini Darrel mendatangi rumah Aluna tanpa memberitahu Aluna terlebih dulu

"Sore tante" Sapa Darrel pada Vania, mama Aluna yang membukakan pintu 

"Sore Darrel, mau bertemu Aluna ya? ayo masuk dulu " Ajak mama Aluna

"Iya tante" Jawab Darrel

"Sebentar ya tante panggilkan Aluna di kamarnya, Darrel duduk aja dulu. Nanti sekalian tante bikin minuman" Ucap Vania lalu berjalan menuju kamar Aluna

Aluna menghampiri Darrel yang sudah duduk di sofa ruang tamu nya. 
Aluna mendudukan dirinya di sofa yang berhadapan dengan Darrel

"Tumben sore - sore kesini Rel" Tanya Aluna memulai percakapan

"Iya Al, gue mau bilang kalau gue udah jadian sama Aira. Dia bilang dia juga udah suka sama gue dari awal dia masuk sekolah" Beritahu Darrel pada Aluna sembari tersenyum

"Oh ya, bagus dong, Kalau gitu gue dapet apaan nih sebagai sahabat yang dukung lo?" Ucap Aluna dengan ceria nya. Tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya ia rasakan saat ini

"Apa aja, lo tinggal bilang aja sama gue, pasti gue turutin kok" Balas Darrel tersenyum menatap Aluna sahabatnya

"Gue cuma mau lo terus ada disamping gue Rel, jangan pernah tinggalin gue" Ucap Aluna terseyum tipis

"Lo ngomong apa sih Al, gue akan selalu ada buat lo. Lo sahabat gue. Inget itu!" Jawab Darrel meyakini Aluna

Darrel pun menghampiri Aluna yang duduk di depannya lalu memeluknya hangat

"Lo sahabat gue Al, dan selamanya akan tetap begitu. Kita bersahabat gak 2 tahun 3 tahun Al tapi 10 tahun. Lo gak lupa kan?" Ucap Darrel yang masih memeluk Aluna

Aluna hanya menganggukkan kepalanya menjawab perkataan Darrel barusan



***


Hari berlalu silih berganti. Sudah dua bulan Darrel dan Airin menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Aluna merasa waktunya bersama Darrel tidak sebanyak dan sebebas dulu saat Darrel belum berpacaran dengan Airin. Darrel memang terkadang menjemputnya. Tetapi lebih sering menjemput Airin yang notabenya adalah kekasihnya. 

Semakin hari, melihat Darrel dan Airin yang semakin dekat membuat Aluna merasa hatinya sakit saat melihat Darrel yang dekat dengan Airin. Ia hanya ingin Darrel bersamanya tetapi dia hanya sahabatnya. Meski begitu ia mulai tidak suka saat Airin lebih dekat dengan Darrel. Apa mungkin ia cemburu melihat Darrel bersama Aira. Tetapi jika cemburu apakah artinya ia mencintai Darrel

Apa reaksi Darrel nanti saat tahu kalau Aluna mencintainya


~ Di kelas ~

"Al, nanti malem gue mau ke bukit Bintang, lo ikut ya" Ajak Darrel tiba - tiba pada Aluna yang sedang mengerjakan tugas fisika

"Berdua aja?" Tanya Aluna

"Bertiga sama Airin" Balas Darrel

"Engga deh, ya kali gue jadi obat nyamuk lo bedua" Ucap Aluna 

"Engga lah Al, lo kan sahabat gue. Gue mau ajak kalian ngeliat indahnya bintang dari atas bukit" Jawab Darrel sembari tersenyum

"Hmm, iya deh terserah lo aja" Ucap Aluna dengan wajah pasrah nya

Malam hari pun tiba. Aluna sudah siap mengenakan jeans dan kaos putih dipadukan dengan jaket kulit berwarna coklat serta sepatu sneakers putihnya membuatnya tampak cantik dan manis 

Aluna pun menuju gerbang rumahnya karena Darrel dan Aira sudah menjemputnya di depan. Ia melihat Darrel yang sudah menunggunya di luar mobil nya sedangkan Aira menunggu di dalam mobil

"Lo cantik malem ini Al" Ucap Darrel yang berada di luar mobil membuat jantung Alana berdebar

"Hm ya udah ayok, ntar kemaleman lagi" Ucap Aluna sembari menormalkan jantungnya saat ditatap Darrel

Setelah perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 15 menit akhirnya mereka sampai di tempat yang mereka tuju. Yaitu Bukit Bintang. 

Sesampainya dibukit mereka berbincang hangat. Terkadang Airin yang mengajak Aluna berbincang. Mereka juga menyiapkan makanan ringan seperti snack dan minuman lainnya. 

"Gue seneng banget bisa ke tempat ini bareng kalian" Ucap Airin menatap bintang 

"Hm iya gue juga, walaupun hati gue lagi resah. Tapi gue seneng bisa ngeliat bintang seindah ini dari atas bukit"  Balas Aluna yang juga sedang menatap bintang

" Lo resah kenapa Al? lo sakit?" Tanya Darrel tiba - tiba saat mendengar ucapan Aluna
 
"Iya kak Aluna kenapa kak? Tanya Airin lagi

" Eh enggak, gak apa - apa kok. Gue cuma seneng aja. Udahlah lupain" Ucap Aluna sembari menunjukkan cengiran nya 

"Al, lo jangan boh-" 

Drrtt... Drrtt.. 

Ponsel Airin berbunyi menghentikan Darrel yang akan bertanya pada Aluna

"Halo" Jawab Airin mengangkat teleponnya

"Oh iya ma, Airin pulang sekarang" Ucap Airin lagi

"Kenapa Ai?" Tanya Darrel

"Papa. Papa kambuh lagi asma nya. Aku harus pulang Rel" Balas Airin 

"Oke aku anter ya?" Tawar Darrel

"Engga usah Rel, aku naik taksi aja. Kamu anterin kak Aluna aja nanti. Aku duluan kak Darrel, kak Aluna" Ucap Airin yang langsung pergi meninggalkan mereka

"Semoga aja papa Airin ga cepat baikan" Ucap Aluna

"Amin Al" Sahut Darrel yang kembali duduk disamping Aluna yang menatap bintang

Mereka terdiam sesaat dengan menatap hamparan bintang dari atas bukit. Terasa sangat indah

"Al, tadi lo bilang hati lo lagi resah, kenapa Al? Ada apa? Cerita sama gue" Ucap Darrel

"Engga ada apa - apa Rel, gue cuma iseng doang" Jawab Aluna yang masih melihat hamparan bintang

"Jangan bohong sama gue Al, gue sahabat lo. Gue tahu kalau lo bohong. Cerita sama gue" Desak Darrel 

"Gak ada Rel. Udah gue bilang kan cuma-"

Ucapan Aluna terhenti saat Darrel menariknya lebih dekat pada Darrel untuk menatap matanya. bahkan ia dapat mencium aroma parfum baju Darrel

"Liat mata gue Al. Jujur, lo kenapa?"  Tanya Darrel yang masih memegang kedua lengan Aluna untuk menatapnya 

Aluna terdiam sesaat lalu mengatakan

"Gue suka sama lo" 

"Bukan suka sebagai sahabat. Tapi gue cinta sama lo" Lirih Aluna sembari mengalihkan tatapannya

"Lo bercandan kan Al?" Tanya Darrel yang kaget saat Aluna mengatakannya

"Gue serius Rel" Ucap Aluna

Darrel langsung melepaskan tangannya dari lengan Aluna. Ia masih tidak percaya sahabatnya menyukainya. Ia sudah menganggap Aluna seperti adik baginya. 

"Gue nggak tau sejak kapan Rel, yang pasti saat ini gue sudah mencintai lo. Tapi itu cuma ungkapan perasaan gue kok, yang penting gue udah lega bisa ungkapin semuanya ke lo" Ucap Aluna yang hampir meneteskan air matanya

"Sorry Al, gue cuma anggap lo sebagai sahabat gue. Gue sayang sama lo sebagai sahabat. Tapi gue cinta sama Airin. Gue ga bisa tinggalin Airin" Lirih Darrel yang memegang tangan Aluna

Aluna tersenyum mendengar pernyataan Darrel

"Ga papa Rel. Gua paham. Gue akan coba buat ngelupain perasaan gue ke lo. Seperti yang lo bilang. Kita adalah sahabat" Ucap Aluna 

Darrel yang mendengar itu langsung memeluk Aluna dengan erat. Dia menyayangi Aluna tetapi sebagai sahabat yang bahkan sudah seperti adik nya. 


Alana merasa lega dan sakit di saat yang bersamaan. Ia merasa lega karena telah mengungkapkan perasaannya pada Darrel. Ia juga merasa sakit karena Darrel tidak bisa membalas perasaannya. 

Tapi tidak apa apa. Perasaan memang tidak bisa dipaksakan. Alana akan mulai melupakan perasaan cintanya pada Darrel. Tetapi mungkin ia akan pergi ke luar negeri juga untuk melanjutkan studinya karena sebentar lagi ia juga akan lulus dari SMAnya. Sekaligus caranya untuk melupakan perasaan ini. Tidak mudah baginya melupakan Darrel jika ia terus berada dekat dengan Darrel.























Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Membuat Blogger

Halo sahabat blogger Saya Anabella Simangunsong, kelas XI IPA 3 dari SMA Negeri 7 Samarinda.  Kali ini saya ingin sharing pengalaman saya pertama kali membuat blog.  Cerita awalnya saya membuat blog ini yaitu masa dimana saya masih berada di jenjang SMP. Waktu itu membuat blog merupakan salah satu tugas yang diberikan oleh guru saya. Untuk saya yang baru pertama kali membuat blogger mungkin akan sedikit kesulitan dalam membuatnya karena ada beberapa tahapan untuk sampai kepada menulis isi blog. Untuk memperluas wawasan saya, saya membuka beberapa situs web untuk melihat cara membuat blog tersebut. Dan blog pertama yang ingin saya buat pun selesai dengan sedikit bantuan teman pada saat itu. Lalu di SMA saya kembali lagi mendapat tugas untuk membuat blog dari pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Karena saya pernah membuat blog di SMP, maka saya berfikir untuk memakai blog lama saja, tetapi karena saya melupakan kata sandi untuk login ke blog pertama saya, jadi lah sa...